Pourquoi pas?

Blog in the process of moving, please bear with the construction dust!

Archive for the category “Tweetarchive”

@ulil tentang #dosa

== Summary == {{Information |Description=Ulil ...Image via Wikipedia

Ini sekedar usaha menyatukan tweet2nya mas Ulil Abshar-Abdalla tentang dosa yang didakwahkan melalui twitter tanggal 15 Mei kemarin supaya tidak hilang di rimba twitter. Kebetulan sedang harus menulis paper tentang pemikiran-pemikiran mas Ulil 🙂

Lebih afdol dibaca dari bawah ke atas, dan mohon maaf kalau ada yang terlewat/tergandakan… Oh ya, pertanyaan2 memang sengaja tidak semua dimasukkan.

Tuhan begitu maha penyayang; ttp kita, manusia, kerap ingin menjadi “maha penghukum” bg para pendosa.

Orang tua selalu melihat anak2nya dg mata kasih sayang. Tuhan lbh sayang pd kita ketimbang kita pd anak2 kita.

Doa salat subuh: Wahai Tuhan Pengampun, ini hambamu sang pendosa, mengetuk pintumu dg tergesa2, terimalah taubatku.

Sering orang beragama itu lupa, Tuhan Maha Pengampun. Ttp manusia kadang ingin menjadi “maha penghukum”.

Orang2 beragama kadang menuntut kita menjadi sejenis malaikat yg bagai’robot’ yg tak pernah berdosa. Itu jls tdk manusiawi.

Hadis: kalo slrh manusia di bumi taat, mk Tuhan akan membinasakan mrk dan menggantinya dg manusia lain yg taat & jg berdosa.
–> @ShafiqPontoh, kenapa demikian? Krn Tuhan ingin manusia ttp manusiawi, taat, tp kadang jg berdosa, tdk menjadi malaikat.

Tak ada yg berhak menghukum pendosa kecuali Tuhan. Sbb tak ada manusia yg tak berdosa.

Berdosa adalah manusiawi. Kepleset dlm hidup justru kerap menjadi sarana u perbaikan diri dan naik kelas.

Berdosa adalah pertanda bahwa kita manusia biasa, bukan malaikat. Tuhan memberi jalan u pendosa: taubat.

Kita tak boleh memandang rendah orang yg berdosa. Siapa di dunia ini yg bersih putih, tanpa dosa?

Tepat skl! RT @movanet: @ulil menurut saya kejahatan itu konsep hukum positif, lebih spasiotemporal ketimbang #dosa

@muhammadbaiquni kalo anda berbohong kpd temen, dan temen itu tak tahu, urusannya murni soal dosa sj, bukan kejahatan.

Munafik adalah dosa, bukan kejahatan RT @aryanivp_ni2ng: Kalo munafik mas @ulil,, dosa ato kejahatan yah?

Umat Islam suka ngurus dosa, tp lalai trhdp soal kejahatan. Liat itu: korupsi merajalela di Indonesia yg negeri myrts Muslim.

Kejahatan dan sekaligus dosa besar adalah korupsi. Harus dikutuk abis dan dihukum seberat2nya.

Itu td kerangka umum yg saya anggap tepat u melihat soal dosa dan kejahatan; detil2 yg lbh subtil bisa didiskusikan lbh jauh

@muhammadbaiquni kalo anda berbohong kpd temen, dan temen itu tak tahu, urusannya murni soal dosa sj, bukan kejahatan.

Setiap kejahatan pasti dosa, ttp setiap dosa blm tentu kejahatan RT @movanet: @ulil maksudnya, yang perbuatan jahat tidak selalu dosa dan perbuatan dosa tidak selalu jahat?

Lbh berat kejahatan, udah saya tulis kan RT @yoenata: Beratan mana, dosa/kejahatan?

Di Aceh ada hukum, mrk yg tdk salat Jumat 3 kali berturut2 dikenai hukuman. Ini ngga tepat, sbb soal tdk salat adlh wilayah dosa.

Pembedaan soal dosa dan kejahatan ini penting skl, supaya kita tak salah kaprah.

Selingan: tahajud itu ibadah personal, pahalanya u diri sendiri; menyebarkan ilmu itu ibadah publik, pahalanya menyebar 🙂

Ada sahabat yg lapor ke Nabi bhw dia tlh berbuat zina. Nabi cenderung mengabaikan laporan itu. Sbb tak ada 4 saksi.

Artinya: zina yg dilakukan scr rahasia adalah sekedar dosa sj, bukan kejahatan. #dosa

Ttp zina yg dilakukan scr sembunyi, dan tak disaksikan oleh 4 saksi, tdk bisa dihukum menurut Islam.

Artinya, zina yg dihukum ato dianggap kejahatan oleh Islam adlh zina yg dilakukan scr publik, shg ada 4 saksi yg melihatnya. #dosa

Kalo ada orang zina kok disaksikan empat orang, ada 2 kemungkinan: itu sejenis orgy, atau zina di depan umum.

Dlm Islam, org berzina bisa dihukum kalo ada saksi empat yg melihat dia melakukan perbuatan itu scr lgsg.

Kenapa menurut Islam zina adalah dosa, ttp bukan kejahatan? Ikuti uraian saya berikut. Jangan tidur ya 🙂

Nah, ini mungkin agak kontroversial. Menurut Islam, berzina itu dosa, bukan kejahatan. Tp pemerkosaan adlh kejahatan.

Ttp tidak puasa, salat, berbohong, atau melanggar sumpah adalah dosa, bukan kejahatan.

Setiap kejahatan sdh pasti dosa, ttp tdk sebaliknya. Mencuri adlh dosa dan kejahatan sekaligus.

Yess RT @bumilangit: @ulil dosa, dosh, dari sanskrit, bukan?

Karena itu, negara tak boleh menghukum orang yg tak salat atau puasa; ttp harus menghukum orang yg mencuri/membunuh.

Negara tak boleh memasuki wilayah “dosa”; urusan negara mestinya sebatas pd wilayah “kejahatan”.

Krn itu, berdosa lbh ringan urusannya, krn Tuhan Maha Pengampun, tinggal bertaubat sj. Tp kalo melakukan kejahatan, itu berat skl.

Tp kejahatan, tak cukup diselesaikan dg tobat sj; kita hrs membayar ganti rugi atau “reparasi”. Kalo nyuri, ya hrs ada hukumannya.

Apa beda dosa dg kejahatan? Kalo sekedar dosa, urusannya selese dg bertobat dan minta ampun kepada Tuhan

Dosa masuk wilayah privat, terkait hubungan kita dg Tuhan; kejahatan masuk dlm wlyh publik, berhubungan dg manusia lain.

Kalau kita tak menjalankan puasa pd bulan Ramadan tanpa sebab yg jelas, itu dosa; tp kalo kita nyuri, itu kejahatan.

Dosa sifatnya vertikal: berhubungan dg Tuhan di “atas” sono; “kejahatan” sifatnya horisontal berhubungan dg sesama manusia.

Saya ingin cakap dikit ne soal beda antara “dosa” (sin) dan “kejahatan” (crime). Penting ngebedain antara dua hal itu.

Reblog this post [with Zemanta]

Post Navigation